Ternyata Rakyat Juga Boleh Menentukan Tujuan Negara Lhoo

Tujuan Negara Demokratis
Tujuan Negara Demokratis

Kesejahteraan, Tujuan Negara yang Diimpikan oleh Rakyat

Makna Tujuan Negara – Banyak dari kita yang masih bingung saat ditanya mengenai tujuan sebuah negara itu didirikan. Padahal, memahami tujuan negara sangatlah penting dalam memaknai dasar negara. Supaya dalam menjalankan roda pemerintahan tidak terjadi mispersepsi, baik antara pemegang kekuasaan selaku subyek dan juga selaku obyek yang akan mendapat dan merasakan dampak dari setiap kebijakan.

Pengertian dari tujuan sendiri bermacam-macam, ini salah satu defenisi dari tujuan tersebut yaitu, mengumpamakan adanya sasaran yang hendak dicapai terlebih dulu sudah ditetapkan atau disepakati bersama. Tujuan menunjuk pada dunia cita yakni suasana ideal yang harus dijelmakan (bisa melalu undang-undang sebagai dasar negara). Tujuan sendiri bersifat abstrak atau normatif, sehingga menjadi idea yang statis pada saat sudah disahkan.

Nah, tujuan negara secara umum tata kenegaraan dibagi menjadi dua, yang pertama tujuan ditetapkan oleh penguasa, yang artinya semua kebijakan dan aturan main negara berdasarkan subyektifitas penguasa, dan model ini sering disebut negara dengan sistem pemerintahan totalitarian atau monarki, subyeknya berada disalah satu orang dan masyarakat hanya sekedar obyek negara seperti yang sudah kita bahas diartikel sebelumnya ya sobat melek.

Baca Juga :

Tujuan negara yang kedua ini, yaitu berdasarkan kehendak rakyat atau masyarakat lah dalam merumuskan semua cita-cita negaranya. Negara ini menempatkan rakyatnya sebagai subyek dalam negara. Sistem pemerintahannya yang dipakai yaitu sistem demokrasi.

Dengan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan negara sehingga sering diartikan sebagai negara kesejahteraan (welfare states).

Meskipun demikian, sebenarnya tujuan negara adalah sebuah kesejahteraan rakyat itu masih sangat normatif cenderung bahasa langit, bukan berarti tidak bisa kita aplikasikan dalam bernegara ya sobat.

Ada beberapa definisi dari tujuan negara adalah sebuah kesejahteraan bagi rakyatnya, menurut Frans Magnis Suseno kesejahteraan harus dirumuskan baik secara negatif maupun secara positif. Maksudnya?? Ini kutipan beliau ya . . .

“definisi kesejateraan secara negatif , manusia disebut sejahtera apabila ia bebas dari perasaan lapar dan kemiskinan, dan dari kecemasan akan hari esok, bebas dari perasaan takut, dari penindasan, apabila ia tidak merasa diperlakukan dengan tidak adil. Sedangkan secara positifnya, bahwa manusia dapat disebut sejahtera apabila ia merasa aman, tentram, selamat, apabila ia dapat hidup sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai sendiri, apabila ia merasa bebas untuk mewujudkan kehidupan individual dan sosialnya sesuai dengan aspirasi-aspirasi serta kemungkinan-kemungkinan yang tersedia baginya”

Pada dasarnya tujuan rakyat mendirikan negara itu dengan harapan terwujudnya cukup sandang, cukup pangan, rasa aman dan terlindung. Selain negara diharapkan bisa mengakomodir semua kebutuhan dasar rakyatnya juga ada harapan atau tujuan lainnya seperti ada jaminan kebebasan hak kepada setiap warga negaranya dalam mengekspresikan diri sejauh tidak mengganggu dan tidak merugikan pihak lain.

Dalam definisi ini, negara sering kali diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama. Dengan kekuatan sistem yang sah serta diback up oleh peraturan perundang-undangan sebagai dasar negaranya sehingga setiap kebijakan yang diterapkan harus bisa mengakomodir semua kebutuhan warganya.

Sebenarnya tujuan negara yang mencerminakan kesejahteraan juga sudah dikupas dari awal pembahasan hakekat kenegaraan oleh para pemikir besar seperti, Plato (dalam bukunya Republik), Aristoteles (dalam bukunya Politik), atau juga John Locke (dalam bukunya Two Treaties of Civil Government).

Ini dia kutipan dari para pemikir besar kita tentang definisi tujuan negara kesejahteraan pada hakekatnya,

Plato

bahwa negara timbul karena adanya kebutuhan umat manusia. Tiada manusia dapat memenuhi kebutuhannya sendiri-sendiri (manusia yang autarkis). Sedangkan masing-masing manusia mempunyai banyak kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan yang banyak dan tidak dapat dipenuhi sendiri oleh manusia secara individual, maka dibentuklah negara

Aristoteles

negara dibentuk dan dipertahankan karena negara bertujuan menyelenggarakan hidup yang baik bagi semua warga negara”

John Locke

tujuan negara ialah kebaikan umat manusia

L.V Ballard

negara-negara dalam mana kehendak rakyat dinyatakan langsung oleh rakyat atau melalui wakil-wakil rakyat yang dipilih dalam suatu pemilihan umum

Jadi, secara teoritis dapat dibilang bahwa semua tujuan negara pada dasarnya sama, dulu, sekarang dan kelak yang akan datang. Tujuan-tujuan negara yang baik itu bisa direpresentasikan pada realisasi kesejahteraan untuk semua warga negara.

Kesejahteraan seakan sudah menjadi wajib hukumnya bagi negara penganut sistem pemerintahan demokratis sekaligus menjadi ciri khas dari sebuah negara demokrasi. Seperti yang pernah dikatakan oleh Cicero sang orator ulung dan filusuf dari Romawi, ‘Salus populi, suprema lex’ yang artinya Keselamatan rakyat itu adalah hukum tertinggi suatu negara.

Dalam negara demokratis sebuah aturan atau kebijakan adalah produk dari aspirasi yang berkembang di kalangan rakyat dan memang diusulkan oleh rakyat. Sedangkan proses lahirnya sebuah keputusan atau kebijakan juga harus transparan yaitu melalui sebuah mekanisme diskusi dan perdebatan di lembaga perwakilan rakyat dalam sebuah sidang terbuka.

Dengan begitu tidak boleh sembarangan bagi sebuah lembaga politik atau kita kenal partai politik dan kemasyarakatan dalam menggunakan sebutan atau mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan praktis saja.

Ada sebuah etika dan norma dalam demokrasi yaitu mengakui dan menghormati suara mayoritas yang dalam implementasi, adanya pengakuan secara legal atas minimal setengah dari seluruh jumlah suara plus satu dalam pengambilan keputusan atau yang disebut dengan istilah sistem pemungutan suara dalam pemilu.

Nanti kita akan bahas dalam sesi berikutnya mengenai pengambilan kebijakan melalui sistem pemilu dalam sebuah negara demokratis dan parlementer.

Sehingga ketika kebijakan telah didukung mayoritas suara atau suara terbanyak maka norma yang berlaku adalah semua pihak menerimanya sebagai keputusan untuk kebaikan bersama demi tercapai tujuan bernegara.

Itulah sedikit gambaran tujuan negara yang ditentukan oleh rakyat sebagai subyek dalam tatanan kenegaraan yang memakai sistem pemerintahan demokratis. Terimakasih sudah mensupport kanal ini ya sobat, nantikan ulasan menarik lagi dalam sesi selanjutnya ya wasalam. . .