Taman Permainan tertua di Dunia itu Namanya Tivoli

Taman Bermain Tertua di Dunia Bernama Tivoli

Tempat Wisata Terbesar di Dunia itu Namanya Tivoli

Wahana Terbaik di Dunia – Ibu kota Denmark Kopenhagen memiliki salah satu surga dunia bagi anak-anak, taman bermain Tivoli namanya. Taman bermain yang tercatat sebagai yang tertua di dunia. Tahun ini Tivoli merayakan ulang tahunnya yang ke 175 tahun. Namun, yang menjadi pertanyaan apakah taman hiburan yang menjadi inspirasi bagi Walt Disney pada tahun 1950 an untuk membangun imperium Disneyland itu masih punya greget dan tetap sensasional?

Mari kita lihat isi didalam taman itu seperti apa sih, dilansir dari youtube. Konsep taman Tivoli ini sangat sederhana dan mengusung konsep kebebasan yang mana taman ini menawarkan kedekatan dengan alam sebagai salah satu daya tarik ke pengunjung. Selain itu ditaman tesebut juga memiliki beberapa destinasi atau wahana seperti roller coaster, wisata budaya dan juga wisata kuliner.

Yang menjadi istimewa adalah suasana yang khas ketika dinikmati pengunjung domestik maupun mancanegara. Konsep natural fores salah satunya, dan juga ada satu atraksi utama yaitu roller coaster kayu yang berumur 100 tahun lebih yang disetiap kereta ada tukang remnya. Dia harus mengerem dan menurunkan kecepatan di posisi yang tepat, semua dikendalikan oleh orang dan tidak menggunakan sistem otomatis seperti robot atau komputer. Taman Tivoli sendiri sudah eksis sejak 175 tahun lalu, ditahunn-tahun awal pembuatannya banyak mendapat kritikan seperti halnya, “ketimbang bersenang-senang dan menghamburkan uang orang sebaiknya melakukan pekerjaan serius”.

Tetapi kritik sudah lama bungkam, Tivoli kini ibaratnya sudah menjadi bagian penting kota Kopenhagen. Stiap orang di Denmark, khususnya warga Kopenhagen pasti memiliki kenangan masalalu kekanak-kanakan di Tivoli. Maka dari itu, banyak yang datang kesini tidak hanya naik atraksi, makan atau nonton konser. Melainkan sejatinya ingin kembali mengenang memori kanak-kanak dan menemukan perasaan serta emosi kepada yang dicintai seperti halnya keluarga dan anak-anak mereka.

Baca Juga :

Ada beberapa  konsep yang diusung taman ini, yang pertama yaitu Tivoli ingin membuat sebuah tempat bermain yang penuh kebebasan untuk anak-anak. Warga denmark Carl Theodor Sorensen punya sejumlah teori tentang bagaimana tempat bermain anak yang baik. Pada tahun 1931 ia memperkenalkan ide “Junk Playground”, anak-anak diberikan bahan-bahan untuk membangun sesuatu dan peralatannya. Anak-anak kemudian ditinggal untuk membuat apapun sesuka mereka. Sorensen jadi pelopor cara didik yang mendorong kreativitas anak.

Air dimana-mana sebagai konsep kedua taman ini, mulai tahun 1930 perancang tempat bermain anak mulai mengikutsertakan elem dari alam. Tujuannya agar anak-anak di perkotaan bisa menikmati keuntungan sama yang dirasakan anak-anak yang besar di kawasan pedesaan. sehingga mulai ditempatkan bak-bak berisi pasir, seperti dipantai. Juga kolam berisi air untuk memperkenalkan anak-anak dengan lautan.

Kemudian tujuan dari dibuatnya taman dengan konsep sedemikian sederhana, secara tidak langsung anak diajarkan untuk lebih mandiri dalam melakukan tindakan untuk bermain. Sikap permain seperti itu di sebut dengan istilah “do it yourself”, ditahun 1960an gaya permainan semacam itu mendorong timbulnya kreativitas bersifat mendidik, karena adanya peran orang tua bergabung dan bekerjasama untuk menciptakan sendiri tempat bermain bagi anak-anak mereka.

Mereka bebas melakukan ekspresi permainan dengan fasilitas yang sudah disediakan, misalnya baja, tali, kayu, tanah, air dll. Namun, dengan beriringnya waktu alat permainan juga mengalami perkembangan, mulai dari bentuk dan jenisnya. Mulai dari keunikan hingga kerumitan dalam memainkannya. Gaya tempat bermain outdoor seperti ini lah yang bisa membuat tumbuh kembang anak lebih baik. Semoga di era yang sangat digital ini keberadaan taman bermain seperti Tivoli di Kopenhagen ini tetap terpelihara dan menjadi pilihan utama orang tua untuk mendidik anak-anaknya melalui sebuah permainan.