Ngopi Bareng Teman? Ini Dia Manfaat yang Kita dapat dari Ngopi Bareng

Manfaat Ngopi Bareng
Manfaat Ngopi Bareng

Ini Dia Manfaat yang Kita dapat dari Ngopi Bareng

Manfaat Ngopi tiap hari – Bagi saya kebiasaan ngopi sebenarnya bukan lagi menjadi suatu hal yang tabu sobat melek, ini terbukti dari kecil saya sudah bersahabat dengan yang namanya kopi dan Ngopi. Menurut saya istilah kopi dan Ngopi dua hal yang berbeda, kok bisa, iya bisa. Mari kita kupas satu persatu sobat melek, pertama tentang arti dari Kopi itu sendiri ya, Kopi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia termasuk sebuah kata benda, yang memiliki pengertian sebuah pohon yang banyak tumbuh di Amerika Latin, Asia, dan Afrika buahnya disangrai dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan campuran minuman (coffe), intinya kopi itu adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk dan kopi merupakan salah satu komoditas di dunia.

Sedang untuk kata kopi sendiri berasal dar bahasa Arab yaitu Qahwah yang berarti kekuatan. Kata Qahwah sendiri dengan seiringnya waktu mengalami perubahan seperti di Indonesia mendapat serapan menjadi ‘kopi’ yang kita kenal saat ini. Kopi sendiri juga memiliki beberapa kandungan, kurang lebih ada 10 unsur kimia yang tersimpan pada satu biji kopi. Antara lain, Kafein, Air, Ethypenol, Quinic Acid, Dicaffeoylquinic Acid, Acetylmethylcarbional, Putrescine, Trigonelline, dan Niacin. Nah, dari 10 unsur kimia tersebut setiap unsurnya memiliki kegunaan masing-masing. Mulai dari menimbulkan aroma, menimbulkan ketagihan hingga menumbuhkan kenimatan. Dan mungkin yang sering kita denger cuman unsur kimia Kafeinnya, yang mana hal tersebut sering kita menganggap minum kopi itu bahaya, karena mengandung Kafein bisa bikin candu.

Halah, ndak semua yang nagihin itu jelek kok, seperti halnya rindu itu juga candu yang menggebu heuheuheuh . . . Padahal, kadar dosis kafein dalam satu biji kopi masih dalam tahap aman kok. Nah sedangkan pengertian Ngopi sendiri ialah sebuah kata kerja, jadi apa yang kita lakukan dalam hal mencicipi olahan dari biji kopi yang disebut dengan istilah Ngopi. Kegiatan ngopi ini sebenarnya bukan hal yang baru loh sobat melek, dari pertama kali ditemukannya biji kopi di dataran Afrika oleh bangsa Etiopia, yang kala itu mengkonsumsi kopi dengan lemak hewan dan energi tubuh.

Pertumbuhan pengolahan biji kopi sendiri mengalami banyak perkembangan, yang awalnya dengan hanya menggunakan metode konvensional dan sekarang pengolahan biji kopi lebih modern dan variannya pun semakin banyak. Mulai dari jenis Arabika, Robusta, dan luwak. Sedangkan untuk jenis minumannya sendiri anatara lain, kopi hitam, Espresso, Latte, Caffe Machiato, Cappucino, Frappe, Kopi Tubruk, Melya, Kopi Moka, dan oleng kopi khas Thailand.

Sebenarnya tidak ada aturan baku untuk menikmati kopi itu sendiri, mau sendiri atau bersama dengan teman, sahabat atau orang-orang spesial. Hanya saja jika menikmati kopi dengan orang lain atau bareng-bareng akan menumbuhkan magis sosial yang luar biasa. Saya salah satu orang pecandu kopi, meskipun hanya satu jenis kopi sih yang saya demenin, yaitu kopi hitam murni. Minimal dalam sehari saya harus minum 2 kali kopi hitam, pagi dan sore syukur-syukur juga malam hehe. Kebiasaan ini tanpa ada anjuran dari orang tua atau dokkter kok, murni karena terbangun dari kebiasaan saja dan saya menikmati.

Berbicara tentang manfaat minum kopi dipagi hari, selain memberikan kehangatan pada tubuh kita dan menyegarkan pikiran kita dengan menyium aroma wangi khas dari kopi yang konon bisa menggugah ion positif dalam tubuh. Juga bisa membuat mata ini seger kembali karena begadang semalem sob, pesen saya sih kalau mau minum kopi dipagi hari apalagi kopi hitam murni, usahakan untuk sarapan dulu lah, ya minimal makan-makanan yang sedikit berat memiliki kandungan karbohidrat yang lebih banyak, karena biasanya kalau pagi itu tubuh lagi dalam kondisi sedikit letih sob, terkuras semaleman pas kita lagi mimpi dikejar-kejar depkolektor yang nagih hutangan hehehe.

Ya intinya sih buat jaga-jaga kalau asam lambung kita tau-tau naik waahh bisa berabe, saya pernah suatu ketika lupa belum makan dulu, pas itu juga lagi diburu waktu sih, selang sejam tiba-tiba perut terasa tidak enak dan pengen muntah tapi tidak ada yang bisa dimuntahin, cuman air doang, fix itu asam lambungku lagi naik dan itu bahayanya minum kopi. Tapi tenang ngga semua tubuh kita sama kok, ada juga temenku yang penggila kopi juga, dia ngga makan seharian juga gpp, fine-fine aja. Itu buktinya tingkat kekebalan dan siklus dalam tubuh kita berbeda satu sama lain. Mulai sekarang kenalin baik-baik tubuh kalian supaya bisa merasakan manfaat minum kopi hitam yang identik pahit-pahit sedikit asam.

Baca Juga :

Lanjut ke kebiasaan ngopi saya yang kedua yaitu jam-jam sore menjelang senja islep ya sob, kalau diwaktu-waktu seperti ini sih biasanya saya menikmati kopi dengan ditemananin beberapa teman. Emang beda sih, suasana ngopi bareng dengan sendirian. Kalau ngopi sendirian palingan cuman sambil rokok an, ngemil jajan dan stalking sosmed mantan orang. Kalau rame-rame, iya hampir sama sih hanya saja setalah stalking sosmed mantan orang pasti ada tindak lanjut yang lebih estrim yaitu ghibah berjamaah hehehe. . . Dan setiap kali kita ngopi ngga cuman cowok aja sih, ada ceweknya juga. Jadi tingkat ke ghibahan kita semakin ta’dzim sesuai maqom masing-masing.

Meskipun tidak setiap hari bisa diikuti oleh personil yang lengkap. Pasukan Ngopi kita tersusun dalam sebuah Tim yang bermamber enam orang, yang lain cadangan dan biasanya gabung di menit-menit akhir, udah kayak sepak bola aja ya. Sebenarnya sih manfaat ngopi itu buanyak banget, mau dilihat pakai pendekatan politik bisa, sosiologi bisa, antropologi juga bisa apalagi dengan pendekatan kesehatan dan ekonomi suangat bisa.

Namun, kali ini sih saya akan menggunakan pendekatan sosilogi aja ya sob, tapi yang secara umum. Pertama, dengan kita memiliki kebiasaan menikmati kopi bersama-sama atau rame-rame bisa meningkatkan ukuwah islamiah yaitu mempererat tali silaturahmi kita antar umat hehehe. . . . Yang kedua, Ngopi adalah ibadah yang pas buat nyinyirin orang secara berjamaah dengan tema yang variatif, mulai dari nyacacatin fisik orang (padahal dulu pas SD kita takut lo nyebut kekuragan fisik temen kita), ngomongin hal yang tidak pasti, seperti, ‘kita nanti kalau sudah kaya beli robot gundam buat ngancurin pesta resepsi nikahan mantan’ . . . jan ramashokkk, hingga yang konyol mikirin emak temen kita, ‘lagi ngapain ya kira-kira emaknya si entong (nama samaran)`, tapi dengan hal-hal konyol tersebut kita lebih aware kalo kita ini gila wkwkwkw. . . .

Tapi dari kegilaan-kegilaan itu pasti ada satu dua momen yang berubah menjadi mencekam, dan semua tiba-tiba menjadi serius, ada yang menjadi seolah-olah pendengar sejati padahal fokus sama story instagramnya huuuu dasar budak sosmed. Ada juga yang seolah-olah menjadi pemandu jalannya ngopi ini, udah mirip dialog interaktif aja ya hehehe, saat-saat inilah satu diantara kita sedang dalam keadaan turbulensi hati. Nah, biasanya yang menarik perihal irama ehh asmara. Seketika bermunculan sosok Fiersa Besari, Tere Liye, Joko Anwar, Candra Malik terkadang juga Cak Nun dengan berbicara penuh bijak dan santun, seakan ruangan warkop dipenuhi diksi-diksi yang jelimet. Tapi dengan begitulah kita merasakan kehangatan bersama setelah seharian berjibaku dengan kesibukan sembari berteduh dari teriknya sang surya. Intinya menikmati kopi bersama lebih mengasyikkan dan sering bikin rindu, dimanapun dan kapanpun momentum bersama dengan orang-orang tertentu sangatlah berharga.