Kedubes RI Resmikan Sekolah untuk Anak TKI di Malaysia

Banyaknya jumlah tenaga kerja Indonesia di Negeri Jiran Malaysia membuat salah satu penyumbang devisa negara. Tidak sedikit berita yang negatif menyoroti keberadaan saudara-saudara kita yang mengais riski di negara orang seperti di Malaysia. Kasus-kasus yang mengatasnamakan pelanggaran sering juga kita dengar dari media, namun hal tersebut tidak membuat goyah masyarakat Indonesia untuk tetap berangkat kesana. Tidak bisa dipungkiri di era yang terbuka ini, persilangan tenaga kerja antar negara sangat lazim dan sangat dibutuhkan sebagai bentuk menjawab prahara kesenjangan dibidang ekonomi. Berbagai upaya sudah dilakukan negara khususnya Indonesia dalam memfasilitasi mereka, selain menjamin keselamatan, keamanan sekarang Pemerintahan Joko Widodo melalui Kedutaan Besar RI Rusdi Kirana di Malaysia baru saja meresmikan sembilan titik sekolahan untuk anak-anak TKI bernama Community Learning Centre (CLC) di Ladang Felda Sahabat, milik perusahaan Felda Global Ventures, Lahad Datu, Sabah Malaysia.

Sebelumnya sekolahan tersebut dikelola oleh Yayasan Peduli Insan Nusantara (Yapinus) dan belum memiliki izin operasi di sana. Ternyata, yayasan tersebut kabarnya tidak berkoordinasi dengan kantor Perwakilan RI di Sabah dalam kegiatannya kerap melanggar peraturan Indonesia sehingga pengoperasian sembilan sekolah tersebut ilegal berdasarkan peraturan Pemerintah Indonesia juga Malaysia.

Akhirnya, pengelolaan sekolah tersebut atau CLC diambil alih oleh Ahli Lembaga Pengelola CLC FGV yang terdiri dari Pejabat FGV dan didukung oleh Konsulat RI Tawau. Hal ini dilakukan dalam rangka mematuhi peraturan Pemerintah Malaysia dan juga Indonesia yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lembaga.

Beberapa pembenahan yang akan dilakukan dalam pengelolaan adalah pemberian dana operasional yang berasal dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) FGV. Juga adanya subsidi parsial Pemerinta Indonesia untuk penyelenggaraan ujian dan pemberian ijazah bagi murid CLC WNI.

Selain itu Kedubes RI Sabah juga akan memfasilitasi mereka dengan memberikan paspor kepada WNI dan surat keterangan lahir. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan kedepannya saudara-saudara kita yang bekerja di luar negeri khususnya di Malaysia memiliki harapan yang cerah dan juga tidak akan lagi harus hilir mudik ke daerah Sebatik juga Nunukan lewat jalur ilegal hanya untuk ingin mengikuti ujian nasional.