3 Jenis Kapal Perang Indonesia ini Menjadi Armada Pemukul Lawan Paling Mematika!

Ini Dia Kapal Perang Indonesia yang Menjadi Armada Pemukul Lawan Paling Mematika!

Jenis Kapal Perang Indonesia – Sering kita mendengar berita tentang tindak kriminal atau kejahatan kelas besar yang memanfaatkan jalur laut sebagai sarana melancarkan misi mereka. Kejahatan kelas internasional seperti penyelundupan obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, ilegal logging bahkan sampai pencurian kekayaan alam laut Indonesia yang merajalela. Hal tersebut dikarenakan luasnya wilayah laut yang dimiliki Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari Pulau Rote hingga Pulau Miangas. Sehingga membuat Menko Kemaritiman Indonesia Era Presiden Jokowidodo menyampaikan pernyataan bahwa Indonesia lewat TNI AL harus terus mengupgrade kemampuan, keahlian dan kualitas tempur pasukannya dalam menjaga keamanan dan pertahanan laut Indonesia.

Sejarah kapal perang Indonesia sudah berlangsung lama. Terbukti sejarah pernah mencatat bahwa Indonesia pada masa pra kolonialisme tepatnya pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit sudah membuktikan kepada dunia bahwa angkatan laut bangsa kita tidak bisa dipandang remeh. Meski pada saat itu model kapal perangnya masih terbilang sederhana berpenggerak manusia dan angin serta terbuat dari bahan dasar kayu. Selain kualitas bahan dasar dari kayu terbaik dunia yaitu kayu jati juga dilengkapi beberapa meriam besar produk lokal dari Jepara.

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi pasca Revolusi Industri yang membuat beberapa bahan dasar kapal beralih dari kayu ke logam, pastinya dengan berubahnya tenaga penggerak otomatis berbahan bakar sehingga daya jelajahnya jauh lebih cepat dan jauh. Indonesia memulai menggunakan armada perang lautnya dengan memanfaatkan tinggalan penjajah dan pembelian dari negara lain. KRI Irian mungkin salah satu kapal perang Indonesia pertama.

Kapal perang bernama asli Ordzhonikidze Object 055 ini berasal dari Negara Rusia. Kapal perang kelas Sverdlov memiliki panjang 210 m dengan lebar 22m serta dilengkapi senjata tercanggih seperti rudal anti kapal selam ini kemudian digunakan Indonesia untuk operasi militer pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda sehingga kapal ini mendapat nama “KRI Irian”. Sayang pada tahun 1965 setelah peristiwa Gestapu kapal ini mengalami kerusakan hebat, semua teknisi sudah dipulangkan ke Rusia menjadikan kapal perang pertama Indonesia ini mangkrak jadi besi tua.

Jumlah armada perang Indonesia terus mengalami kenaikan baik dari kualitas maupun kuantitas. Tercatat jumlah kapal perang Indonesia saat ini sebanyak 151 unit pada tahun 2017. TNI AL terus mengupayakan penambahan unit kapal perangnya dengan berbagai jenis dan tipe, dengan naikknya anggaran belanja pemerintah sebanyak 117 triliyun rupiah ditargetkan jumlah armada kapal perang Indonesia akan bertambah sebanyak 186 unit.

Armada kapal perang terbagi dalam tiga kategori kelas, pertama jenis armada kapal perang pemukul atau sering di sebut dengan istilah destroyed (penghancur), kedua adalah jenis armada perang patroli dan ketiga berjenis armada kapal perang pendukung. Kali ini kita akan membahas tentang jenis armada kapal perang pemukul yang dimiliki Indonesia dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan negara. Berikut ulasannya.

1 Kapal Perang Tipe Fregat dan Korvet

kapal perang indonesia fregat

Kapal dengan tipe fregat atau frigatte ini adalah sebuah kapal perang yang memiliki fungsi berbeda disetiap zamannya. Seperti awal pembuatan kapal ini digunakan sebagai armada pengawal kapal dagang, seperti pada abad ke 17 dimana bangsa pelaut seperti Portugis, Belanda dan Spanyol sering melakukan sebuah ekspedisi mengarungi samudera untuk mencari bahan baku seperti rempah-rempah.

Dalam setiap pelayaran kapal dagang sering melintasi daerah yang rawan akan pembajakan, sehingga diperlukan sebuah kapal perang yang lincah dan gesit dalam bermanuver, selain itu kapal jenis fregat ini juga dilengkapi beberapa meriam disetiap sisi, haluan, dan buritan. Sehingga menambahkan kesan kuat dalam mengamankan dari serangan lawan

Armada kapal perang jenis ini kemudian mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi, yang dulunya mengandalkan penggerak layar dan manusia, kini lebih canggih lagi dan pastinya memiliki kemampuan yang jauh lebih mematikan ketika menghalau lawan. Kapal jenis ini kemudian pernah menghancurkan kapal milik TNI AL KRI Yos Sudarso di Laut Aru. Kapal perang yang dilengkapi dengan meriam serba guna, torpedo, rudal dari permukaan ke permukaan, serta rudal dari permukaan ke udara ini memiliki daya jelajah cukup jauh.

Untuk fungsi, kapal ini dibagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan kegunaannya, ada yang spesialis anti kapal selam, anti kapal permukaan, patroli, dan pertahanan udara. Sistem persenjataannya dan elektronika disetiap fregat disesuaikan dengan tugas spesifik. Indonesia memiliki 2 kelas fregat yaitu kelas Ahmad Yani dan kelas Martadinata, untuk kelas martadinata merupakan jenis kapal perang fregat terbaik dan terjahat yang pernah dimiliki Indonesia untuk armada kapal perang jenis perusak atau pemukul.

Berikutnya ada jenis armada kapal perang pemukul korvet, yaitu kapal perang yang ukurannya lebih kecil dari fregat dan lebih besar dari kapal patroli pantai. Instilah korvet dipopulerkan oleh Angkatan Laut Perancis pada abad 17 untuk menyebut istilah kapal patroli laut yang mengawal kapal dagang dan kemudian Angkatan Laut Inggris juga mengikuti.

kapal perang korvet

Kapal jenis ini menjadi primadona negara-negara yang sering melakukan aktivitas kirim barang via laut. Selain modelnya yang lebih kecil kapal ini juga dilengkapi persenjataan yang canggih, seperti rudal anti kapal selam, roket udara, juga beberapa senapan mesin berkaliber besar. Bahkan model terbaru kapar korvet ini bisa mengangkut helikopter. Sedangkan di Indonesia kapal korvet ini dibagi menjadi empat kelas, antara lain kelas Bung Tomo (KRI Bung Tomo, KRI John Lie dan KRI Usman Harun), kelas kedua yaitu Sigma (KRI Diponegoro, KRI Sultan Hasanudin, KRI Frans Kaisiepo dan KRI Sultan Iskandar Muda) dan kelas ketiga ada Fatahillah (KRI Fatahillah, KRI Malahayati, KRI Nala), armada perang korvet yang keempat Indonesia masuk kedalam kelas Parchim antara lain (KRI Kapitan Patimura, KRI Untung Suropati, KRI Nuku, KRI Lambung Mangkurat, KRI Cut Nyak Dien, KRI Sultan Thaha Syaifuddin, KRI Sutanto, KRI Sutedi Senoputra, KRI Wiratno, KRI Tjiptadi, KRI Imam Bonjol, KRI Teuku Umar, KRI Silas Papare, dan KRI Hasan Basri).

2 Armada Kapal Selam

kapal selam

Armada kapal perang pemukul yang kedua yaitu berjenis kapal selam. Kapal selam masuk kedalam jenis armada kapal perang pemukul karena peran dan tugasnya yang sangat sentral. Kapal selam ini menjadi armada perang di laut yang utama bagi sebagian negara seperti Amerika Serikat, Jerman dan Russia. Mobilisasinya yang sukar dideteksi lawan karena berada di dalam air membuatnya menjadi armada perang mematikan.

Selain keunggulan dari segi mobilisasi keberadaan kapal selam ini juga dibekali dengan beberapa jenis rudal antar benua, yang sering menjadi momok bagi keamanan negara-negara yang tidak memiliki kekuatan pertahanan militer yang kuat. Kapal selam yang canggih mampu membuat air tawar sendiri dari air laut selain itu juga mampu melepaskan udara yang dihasilkan dengan elektrolisis, sebuah proses yang membebaskan oksigen dari air tawar.

Indonesia saat ini sudah mempunyai lima unit kapal selam, dua diantaranya masih dalam tahap peluncuran. Kapal selam Indonesia dibagi menjadi 2 jenis kelas, pertama jenis kelas Cakra yaitu kapal selam dengan tipe 209/1300 buatan Jerman yang dipersenjatai torpedo 8×21 inc dan mempunyai nama KRI Cakra serta KRI Nanggala. Sedangkan jenis kelas kedua yaitu kelas Changbogo, kapal selam jenis ini dibuat oleh Korea Selatan yang dikirim pada tahun 2018 kemarin. Kapal selam yang dipersenjatai 8×23 inc torpedo ini memiliki daya jelajah yang luas serta dilengkapi dengan sistem operasional yang lebih canggih.

3 Armada Perang Kapal Cepat Rudal

KRI Clurit

Nah untuk jenis armada pemukul yang terakhir ini adalah buatan dalam negeri, yaitu diproduksi oleh PT PAL Indonesia dan dioperatori oleh Angkatan Laut Indonesia. Kapal jenis ini diberi nama Kapal Cepat Rudal (KCR) merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugas mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindari dari serangan lawan secepat mungkin.

Dengan demikian, kapal perang jenis ini didesain lebih kecil daripada kapal perang pada umumnya, mungkin sekelas kapal patroli pantai. Kapal yang memiliki sistem pendorong handal mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 28 knot.

Kapal Cepat Rudal ini terbuat dari baja pilihan High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal yang juga produk dalam negeri oleh PT Krakatau Steel. Sedangkan untuk bagian bangunan atas kapal menggunakan bahan Alumunium Alloy yang terkenal ringan namun super kuat. KCR terbagi menjadi tiga jenis kelas, kelas pertama yaitu KCR Clurit (KRI Clurit, KRI Kujang, KRI Beladau, KRI Alamang, KRI Surik, KRI Siwar, KRI Parang dan KRI Terapang), jenis kedua yaitu kelas Mandau antara lain (KRI Mandau, Badik dan Keris), kelas ketiga adalah Kelas Sampari antara lain KRI Kerambit, Sampari, tombak dan Halasan.

Kapal perang kelas ini memiliki nama yang unik diambilkan dari nama-nama senjata khas suku di Indonesia, filosofinya yaitu kecil namun mematikan. Selain itu kapal-kapal perang ini juga dilengkapi persenjataan canggih seperti rudal cepat yang mempunyai panjang 60 m, meriam 57mm serta 2x penangkis serangan udara kaliber 20mm.

Gimana, sudah tau kan sobat melek, bahwa Angkatan Laut Indonesia mempunyai armada perang yang juga mumpuni, meski jumlahnya masih minim. Semoga kedepan pemerintah mampu memaksimalkan anggaran negara untuk memperkuat alutsista armada perang laut agar TNI AL sebagai penjaga garda terdepan negara mampu menjalankan tugasnya dengan efektif dan efisien. Semoga ulasan tentang Tiga Jenis Kapal Perang Indonesia ini Menjadi Armada Pemukul Lawan Paling Mematikan dapat menambah khasanah pengetahuan sobat melek semua, terimakasih atas supportnya dan nantikan ulasan menarik lainnya diartikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *