Udah Tau Belum, Gajah itu Hewan yang Rajin Olahraga dan Menjaga Pola Makan yang Baik

Gajah binatang yang doyan makan
Gajah binatang yang doyan makan

Gajah Binatang yang Sering Lapar, Tapi Rajin Olahraga

Gajah itu binatang yang doyan makan, Gajah adalah binatang yang besar dan sangat kuat di dunia perbinatangan. Tidak heran jika binatang satu ini sering diidentikkan sebagai sosok paling disegani karena jam terbangnya, meskipun memang dalam sejarah dunia binatang, gajah termasuk spesies yang tua. Seperti dalam film animasi ice age yang disutradari Chris Wedge dan Carlos Saldanha yang menyeritakan gambaran masa evolusi kehidupan di bumi ini yang dikemas sangat jenaka dan menarik serta penyampaiannya sangat mudah ditangkap meski, dengan menggunakan animasi binatang.

Penoton seolah-olah diajak kembali kezaman purba, bagaimana awal kehidupan yang didominasi oleh binatang dan makhluk lain selain manusia. Meskipun demikian, dengan memakai tokoh-tokoh animasi binatang tidak mengurangi subtansi cerita. Salah satu tokoh dalam cerita tersebut adalah Manfred yaitu seekor mammoth yang masih satu ordo atau keturunan gajah. Gajah kartun emang terlihat lucu namun dalam film ice age ini sosok gajah kartun yang lucu tidak begitu terlihat, malah lebih mencerminkan sosok kedewasaan, bijaksana dan penyanyang.

Mammoth dalam sejarah perhewanan termasuk saudara tua gajah, atau biasa disebut bentuk evolusi gajah-gajah sekarang, namun si mammoth ini lebih condong spesies gajah yang hidup dalam iklim dingin, sehingga secara anatominya agak sedikit berbeda, misalnya bulunya lebih tebal, gadingnya juga lebih panjang, tubuhnya pun jauh lebih kekar dan montok, ya karena si mammoth ini hidup nya susah.

Hidup di iklim atau daerah kutub pasti berbeda dengan hewan yang terlahir didaerah tropis atau subtropis, layaknya manusia, gajah yang hidup didaerah kutub terlahir atau memiliki tubuh yang atletis karena lebih sering bergerak, lari jauh untuk mencari sumber makanan atau minuman, terkadang doi juga berantem dengan binatang lain karena keterbatasan sumber makanan. Tidak heran kan kalau tubuhnya lebih oke dari gajah-gajah Afrika ataupun Asia apalagi gajah sumatera hehehe . . .

Gajah lucu  hewan yang unik dan terkesan sangat organisatoris atau hidupnya komunal. Terlihat dalam catatan sejarah, hewan yang satu ini memiliki ikatan batin yang sangat kuat, baik dengan keturunan darah dagingnya maupun dengan kerabat yang lain. Seperti gajah-gajah Afrika dan Asia ini yang hidupnya sebagian besar dihabiskan di padang sabana, gurun ataupun rawa-rawa. Dan ternyata gajah-gajah disetiap daerah memiliki perbedaan kesenangan dalam memilih habitatnya.

Baca Juga :

Seperti halnya gajah Afrika atau biasa disebut gajah semak Afrika, yang lebih suka tinggal di hutan-hutan khatulistiwa, ditepian danau, kadang juga kegurun buat ngeliat onta yang kepanasan hehehe. . . berbeda yang dilakukan oleh gajah Asia yang lebih nyaman dan betah hidup didaerah yang tidak terlalu tinggi, lebat, namun kerapatan rumputnya teratur seperti sabana.

Gajah ini termasuk hewan jenis herbivora, yaitu pemakan ijo-ijoan tapi matanya tidak ijo seperti kalian yang abis gajian. Makanan favorit doi adalah ilalang, buah-buahan, pelepah pisang, ranting, kulit pohon, bahkan akar. Nah, bedanya gajah Afrika dengan Asia perihal makanannya, yang Afrika suka yang gede-gede dan cenderung kasar teksturnya, samakan orangnya juga. Kalau si Asia makanannya ya yang soft gitu, rumput, buah kadang juga salad, orangnya tapi wuwuwuwuw. . . .

Mereka mampu mengkonsumsi makanan hingga 150 kg dan minum sebanyak 40 liter air dalam sehari, gila itu sebulan jatah uang jajannya berapa dong ya . . .  pantes doi suka banget ngegelibet di sekitaran tempat yang banyak airnya. Kirain mau mancing e ternyata emang jatah minumnya gede juga gajah.

Untuk periode makannya dalam sehari, biasanya doi mulai makan pagi jam 7-8an, ya beda tipis sama kita, doi juga makan siang, nah ini menunya doi biasanya agak beratan dikit, kadang juga nyari-nyari ranting yang berduri. Kalau makan malem doi ngga berani makan diatas jam 7 malam, mentok di jam 6 sore. Kirain kita (yang badannya gedean) yang takut makan malam, ternyata gajah juga.

Gajah ini kalau siang juga seperti kita kadang bobo siang sambil dengerin kicauan dan siualan burung-burung dibawah pohon, syahdu amat yakk. Dan doi ini bisa tidur sambil berdiri, naiya coba kalau ketiduran pas kenyang-kenyangnya, tau-tau ada gerombolan preman singa atau mantul (macan tutul) kelaparan yang sudah seminggu puasa ngga buka-buka, bisa abis doi dicabik-cabik, gagara ngga bisa bangun.

Gajah juga termasuk hewan yang suka jalan-jalan, tapi ngga boros kayak kita. Doi sekali jalan bisa sampai 140 km, bisa berkelompok juga kadang sendirian, liat mood yang pasti. Ternyata gajah juga makhluk yang suka migrasi atau bahasa kerennya numaden, sekali migrasi sekelompok gajah ini bisa menghabiskan waktu berhari-hari dan sejauh 300an km.

Bukan tanpa tujuan mereka melakukan migrasi yang memakan banyak waktu dan tenaga. Tujuan mereka bermigrasi biasanya untuk mencari ladang yang subur, minimal kebutuhan primer mereka pangan tercukupi, baik secara pribadi maupun kelompok.

Memang gajah ini salah satu hewan yang memiliki solidaritas tinggi, persahabatan, dan niat berhimpun secara kelompok yang tinggi. Selain, untuk menghindari serangan musuh atau pemangsa secara brutal, mereka sebenarnya hewan yang pobia kesepian, kesendirian, minimal berdua dengan sohibnya.

Memiliki karakteristik tubuh yang didesain lebih tinggi, besar, kuat dan bapakable menjadikan gajah sebagai hewan dengan spesies kunci dalam dunia perhewanan baik nasional, regional maupun internasioanl. Dengan kemampuan dan tenaga yang besar, gajah seringkali merobohkan pohon besar, membuat lobang hingga mengeluarkan air untuk minum binantang-binatang lainnya.

Sehingga, tak heran jika keberadaan gajah dalam ekosistem sangat diperhitungkan dan diharapkan. Sayang seribu sayang, lambat laun, populasi gajah semakin menurun, baik dikarenakan takdir (mati) maupun faktor kesengajaan yang brutal dilakukan manusia untuk memburu dan menjualnya. Selain itu, maraknya kebutuhan papan dan produksi manusia selalu meningkat, membutuhkan pembukaan lahan baru. Konsekuensinya yaitu mengusik keberadaan mereka.

Demikian ulasan mengenai gajah binatang yang sering lapar, namun juga rajin sekali berolahraga dan berenang, semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya di ayomelek, sampai jumpai dipembahasan selanjutnya.